Pengamat politik LIPI Ikrar Nusa Bhakti menilai tuntutan masyarakat terhadap proses hukum calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok atas kasus dugaan penistaan agama tak terlepas dari peran Presiden ke-6 Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Ikrar menjelaskan, penolakan terhadap Ahok sebetulnya sudah kerap dilakukan. Namun yang membedakan kali ini, Pilkada DKI 2017 diikuti oleh putra SBY, Agus Harimurti Yudhoyono. Sehingga Ikrar menduga adanya keinginan SBY untuk menyingkirkan Ahok dari kontestasi Pilkada DKI.
"Padahal kalau anda lihat persoalan Ahok itu very simple, cuma gara-gara ada mantan presiden Republik Indonesia yang mau anaknya jadi gubernur DKI dan dia tidak bisa memenangi pilkada DKI kalau Ahok itu masih ada, itu saja," jelas Ikrar kepada Metrotvnews.com di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jalan Pangeran Dipenogoro, Jakarta Pusat, Selasa (22/11/2016).
Ikrar meyakini adanya keterlibatan Ketua Umum Partai Demokrat itu dalam memobilisasi aksi.
"Saya tidak mengatakan dia yang membayari tapi dia yang memanas-manasi, karena pidato dia 2 November sangat provokatif dan membakar (emosi masyarakat)," terangnya.
Pengamat yang pernah mengenyam pendidikan di Australia itu menambahkan, SBY nampak ingin membangun sebuah dinasti kekuasaan, yakni mengembalikan kepemimpinan Indonesia di bawah kekuasaannya dan menjadikan Agus sebagai pemimpin Ibu Kota negara.
Ikrar pun menyayangkan sikap SBY sebagai negarawan yang tidak berusaha meredam amarah masyarakat dalam menyikapi kasus Ahok.
"Cuma caranya (membangun dinasti) buat saya harusnya dengan cara demokratis, bukan kemudian caranya dengan membakar-bakar orang untuk kemudian melakukan demo," tegas Ikrar.
sumber : [mtn]
![]() |
| (ANT/Akbar Nugroho Gumay) |
Ikrar menjelaskan, penolakan terhadap Ahok sebetulnya sudah kerap dilakukan. Namun yang membedakan kali ini, Pilkada DKI 2017 diikuti oleh putra SBY, Agus Harimurti Yudhoyono. Sehingga Ikrar menduga adanya keinginan SBY untuk menyingkirkan Ahok dari kontestasi Pilkada DKI.
"Padahal kalau anda lihat persoalan Ahok itu very simple, cuma gara-gara ada mantan presiden Republik Indonesia yang mau anaknya jadi gubernur DKI dan dia tidak bisa memenangi pilkada DKI kalau Ahok itu masih ada, itu saja," jelas Ikrar kepada Metrotvnews.com di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jalan Pangeran Dipenogoro, Jakarta Pusat, Selasa (22/11/2016).
Ikrar meyakini adanya keterlibatan Ketua Umum Partai Demokrat itu dalam memobilisasi aksi.
"Saya tidak mengatakan dia yang membayari tapi dia yang memanas-manasi, karena pidato dia 2 November sangat provokatif dan membakar (emosi masyarakat)," terangnya.
Pengamat yang pernah mengenyam pendidikan di Australia itu menambahkan, SBY nampak ingin membangun sebuah dinasti kekuasaan, yakni mengembalikan kepemimpinan Indonesia di bawah kekuasaannya dan menjadikan Agus sebagai pemimpin Ibu Kota negara.
Ikrar pun menyayangkan sikap SBY sebagai negarawan yang tidak berusaha meredam amarah masyarakat dalam menyikapi kasus Ahok.
"Cuma caranya (membangun dinasti) buat saya harusnya dengan cara demokratis, bukan kemudian caranya dengan membakar-bakar orang untuk kemudian melakukan demo," tegas Ikrar.
sumber : [mtn]
SBY Disebut Ingin Membangun Dinasti Kekuasaan Oleh Pengamat Ini
Reviewed by Biru Hitam
on
02.35
Rating:
Reviewed by Biru Hitam
on
02.35
Rating:

Tidak ada komentar: