Jakarta - Calon Gubernur DKI Jakarta petahana, Basuki Tjahaja Purnama mengaku bersyukur apabila karena tekanan massa dia dinyatakan bersalah atas tuduhan penistaan agama yang dilakukannya.
“Kalau pakai tekanan massa (diputuskan bersalah), makanya saya bersyukur. Berarti seorang Ahok menentukan nasib Republik ini setelah 71 tahun merdeka,” ujar Basuki saat berbincang dengan Redaksi Suara Pembaruan di Beritasatu Plaza, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (3/11).
Namun jika memang dirinya dinyatakan bermasalah karena tekanan massa, Basuki mempertanyakan jika bangsa ini taat kepada siapa? Apakah konstitusi atau memang tekanan masa? Apabila tekanan massa bisa mempengaruhi konstitusi, katanya, maka apa yang menjadi landasan negara bisa saja diobrak-abrik dengan hanya mengerahkan massa
.
“Lebih baik kita putuskan, kalau mau bubar, bubar sekalian. Kalau mau lempeng, lempeng sekalian,” katanya.
Ia mengatakan, fondasi negara saat ini yang sudah diletakkan oleh pendirinya yakni Pancasila, UUD 45, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Dengan demikian saat ini, tugas yang ada di bangsa ini adalah untuk membangun rumah dari fondasi yang telah diletakkan itu.
“Ini baru mau naik setengah bata, Ahok baru mau naik jadi Gubernur DKI, kalau saya terpilih 50 persen plus 1, berarti satu bata dong? Kalau minoritas bisa jadi Presiden di negara ini tanpa lihat warna kulit, berarti rumah Pancasila kita jadi,” katanya.
Baca Juga :
Ia mengatakan, dari pengalamannya berpolitik sejak tahun 2003 dirinya melihat banyak hal. Salah satunya bahwa dalam politik, semua lawan memanfaatkan isu SARA untuk mengempesi lawannya. Bahkan Presiden RI saat ini, yakni Joko Widodo (Jokowi), katanya, sempat juga terkena isu tersebut dimana saat itu Jokowi disebut sebagai orang keturunan Tionghoa dan Katolik.
“Karena rakyat kita sebagian masih bisa dimainkan itu (SARA). Ahok bukan difitnah, memang Tiongkok. Santai saja lah. Tapi kalau Jokowi kan difitnah, itu saja langsung turun lho nilainya di survei,” tutupnya sambil tertawa.
Sumber : berirtasatu.com
“Kalau pakai tekanan massa (diputuskan bersalah), makanya saya bersyukur. Berarti seorang Ahok menentukan nasib Republik ini setelah 71 tahun merdeka,” ujar Basuki saat berbincang dengan Redaksi Suara Pembaruan di Beritasatu Plaza, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (3/11).
Namun jika memang dirinya dinyatakan bermasalah karena tekanan massa, Basuki mempertanyakan jika bangsa ini taat kepada siapa? Apakah konstitusi atau memang tekanan masa? Apabila tekanan massa bisa mempengaruhi konstitusi, katanya, maka apa yang menjadi landasan negara bisa saja diobrak-abrik dengan hanya mengerahkan massa
.
“Lebih baik kita putuskan, kalau mau bubar, bubar sekalian. Kalau mau lempeng, lempeng sekalian,” katanya.
Ia mengatakan, fondasi negara saat ini yang sudah diletakkan oleh pendirinya yakni Pancasila, UUD 45, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Dengan demikian saat ini, tugas yang ada di bangsa ini adalah untuk membangun rumah dari fondasi yang telah diletakkan itu.
“Ini baru mau naik setengah bata, Ahok baru mau naik jadi Gubernur DKI, kalau saya terpilih 50 persen plus 1, berarti satu bata dong? Kalau minoritas bisa jadi Presiden di negara ini tanpa lihat warna kulit, berarti rumah Pancasila kita jadi,” katanya.
Baca Juga :
- Polri Sudah Layangkan Surat Pemeriksaan Kepada Ahok
- Ini Dia Pesan Istri Ahok Setelah Suaminya Didemo Saat Blusukan
Ia mengatakan, dari pengalamannya berpolitik sejak tahun 2003 dirinya melihat banyak hal. Salah satunya bahwa dalam politik, semua lawan memanfaatkan isu SARA untuk mengempesi lawannya. Bahkan Presiden RI saat ini, yakni Joko Widodo (Jokowi), katanya, sempat juga terkena isu tersebut dimana saat itu Jokowi disebut sebagai orang keturunan Tionghoa dan Katolik.
“Karena rakyat kita sebagian masih bisa dimainkan itu (SARA). Ahok bukan difitnah, memang Tiongkok. Santai saja lah. Tapi kalau Jokowi kan difitnah, itu saja langsung turun lho nilainya di survei,” tutupnya sambil tertawa.
Sumber : berirtasatu.com
Ahok akan Tetap Bersyukur Walaupun Nanti Di TeTapkan Bersalah
Reviewed by Biru Hitam
on
19.45
Rating:
Reviewed by Biru Hitam
on
19.45
Rating:

Tidak ada komentar: